HERBAL AS-SUNAH - Habbatussauda berasal dari bahasa Arab, dari kata Habbah yang berarti biji dan sauda yang berarti hitam. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi biji hitam atau jintan hitam dan dalam bahasa Inggris disebut Blackseed atau Blackcumin.
Habbatassauda termasuk family Ranunculaceae, yang merupakan tumbuhan dengan bunga yang berwarna putih kebiruaan. Tinggi pohonnya bisa mencapai 50 samapi 60 cm. Awalnya bijinya berwarna putih, lalu seiring dengan proses pematangan warna bijinya menjadi hitam. Ukurannya kecil, seperti biji wijen, rasanya khas, agak pahit, pedas, dan seringkali pengar (getir) ditenggorokan.
Di pasaran, masyarakat mengenal beberapa jenis Habbatussauda. Jenis Habbatussauda ini seringkali dipakai untuk menunjukkan kelas serta kualitasnya. Beberapa jenis Habbatussauda di antaranya adalah : Balady, Habbasy, Syuri, dan Hindi. Pada awal booming penggunaan Habbatussauda, dikatakan bahwa jenis Balady paling unggul. Namun entah mengapa, tiba-tiba jenis Habbatussauda Balady ini susah ditemui di pasaran. Pasar dibanjiri Habbatussauda dengan jenis Habbasy. Kemudian, beberapa produsen mengklaim bahwa jenis Habbasy adalah yang terbaik. Lantas, sebenarnya jenis apakah yang terbaik?
Sebenarnya, Habbatussauda jenis apapun jika sudah menjadi ekstrak atau minyak tak menjadi masalah. Namun jika masih berupa biji, hal ini sangat berpengaruh. Dan hampir 100% Habbatussauda yang dipasarkan di negeri ini masih dikonsumsi dalam bentuk simplisia dari bijinya. Sehingga kualitas biji sangatlah menentukan zak aktif yang dikandung oleh biji Habbatussauda.


0 komentar:
Posting Komentar